Dunia musik Indonesia kembali berduka. Kabar mengejutkan datang dari kancah musik pop era 90-an. Ndhank Surahman Hartono, mantan gitaris grup band Stinky yang sangat ikonik, dikabarkan telah meninggal dunia. Bagi generasi yang tumbuh besar dengan lagu-lagu melankolis nan puitis, sosok Ndhank bukan sekadar pemain gitar biasa; ia adalah salah satu “arsitek” di balik melodi-melodi manis yang menghiasi hari-hari kita di masa lalu.
Kabar mengenai Ndhank, mantan gitaris Stinky meninggal dunia ini tentu menyisakan kesedihan mendalam, baik bagi keluarga, rekan sesama musisi, maupun para penggemar setia. Kepergiannya seolah menutup satu bab penting dalam sejarah perjalanan musik pop tanah air yang pernah begitu berjaya di masanya.
Sosok di Balik Mahakarya “Mungkinkah”
Berbicara tentang Ndhank, kita tidak bisa lepas dari bayang-bayang kesuksesan band Stinky. Di era pertengahan hingga akhir 90-an, Stinky adalah raksasa. Musik mereka diputar di mana-mana—mulai dari radio, televisi, hingga menjadi backsound wajib di berbagai acara pernikahan.
Ndhank adalah sosok yang sangat krusial dalam menciptakan karakter suara Stinky. Sebagai gitaris utama, sentuhan jemarinya memberikan warna yang khas. Namun, peran Ndhank lebih besar dari sekadar memetik senar. Beliau adalah salah satu penulis lagu produktif yang melahirkan hits legendaris. Salah satu karya monumentalnya yang tetap relevan hingga hari ini tentu saja adalah lagu “Mungkinkah”.
Lagu ini bukan sekadar lagu populer biasa; ia telah menjadi semacam anthem bagi siapa saja yang merasakan keraguan dalam cinta. Keberhasilan “Mungkinkah” menduduki tangga lagu selama berminggu-minggu di masa itu membuktikan betapa tajamnya insting musik Ndhank dalam meramu nada dan lirik yang menyentuh hati.
Perjalanan Karier dan Dinamika Bersama Stinky
Perjalanan Ndhank bersama Stinky penuh dengan pasang surut. Didirikan pada awal 90-an, Stinky yang digawangi oleh Andre Taulany (vokal), Edy (drum), Nano (gitar), Irwan (bass), dan tentunya Ndhank (gitar), berhasil menembus pasar musik nasional dengan album-album yang meledak di pasaran.
Masa Keemasan di Dekade 90-an
Di masa kejayaannya, Stinky berhasil menjual jutaan keping kaset dan CD. Kehadiran Ndhank memberikan struktur harmoni yang kuat. Jika Anda mendengarkan lagu-lagu awal Stinky, Anda akan merasakan bagaimana petikan gitar Ndhank tidak berusaha untuk tampil terlalu dominan atau “pamer skill“, melainkan fokus pada melodi yang enak didengar (catchy).
-
Lirik yang Sederhana tapi Dalam: Ndhank tahu betul cara menyampaikan perasaan melalui kata-kata yang mudah dipahami namun bermakna dalam.
-
Aransemen yang Rapi: Sebagai gitaris, ia mampu menyisipkan fill-in gitar yang mempermanis lagu tanpa merusak nuansa pop-nya.
-
Konsistensi: Selama bertahun-tahun, ia tetap setia dengan jalur musik pop romantis yang menjadi identitas grup tersebut.
Hengkangnya Ndhank dan Perselisihan Hak Cipta
Dunia hiburan memang dinamis. Setelah bertahun-tahun bersama, Ndhank akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan band yang telah membesarkan namanya tersebut. Perpisahan ini sayangnya tidak berjalan tanpa drama.
Beberapa waktu sebelum kepergiannya, nama Ndhank kembali mencuat ke permukaan publik terkait masalah royalti dan hak cipta. Ia sempat melontarkan somasi terkait penggunaan lagu-lagu ciptaannya oleh Stinky dan mantan vokalisnya, Andre Taulany. Konflik ini sempat menjadi pembicaraan hangat di berbagai media sosial dan platform berita, menyoroti betapa pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual bagi para musisi di Indonesia.
Warisan Musik yang Takkan Padam
Meskipun raga Ndhank kini telah tiada, namun karya-karyanya akan tetap abadi. Musik memiliki kekuatan ajaib untuk melampaui waktu dan usia. Setiap kali seseorang menyanyikan lirik “Mungkinkah kita kan s’lalu bersama…”, di sanalah semangat dan pemikiran Ndhank tetap hidup.
Inspirasi bagi Musisi Muda
Ndhank Surahman Hartono memberikan pelajaran berharga bagi para musisi muda tentang pentingnya menjadi penulis lagu (songwriter). Di industri musik, penyanyi mungkin bisa silih berganti, namun mereka yang menulis lagu akan selalu memiliki tempat istimewa dalam sejarah.
Ndhank menunjukkan bahwa sebuah lagu tidak harus rumit secara teknis untuk bisa dicintai jutaan orang. Kesederhanaan, kejujuran dalam berkarya, dan kemampuan untuk menangkap emosi pendengar adalah kunci utama yang ia miliki. Ini adalah warisan yang jauh lebih berharga daripada sekadar popularitas sesaat.
Mengenang Sosok yang Humoris dan Rendah Hati
Di mata rekan-rekannya, Ndhank dikenal sebagai sosok yang memiliki kepribadian menarik. Di balik seriusnya ia dalam mengolah nada, tersimpan sifat yang ramah. Meskipun sempat terjadi perselisihan terkait hak cipta, banyak rekan musisi yang tetap menghargai dedikasi dan kontribusinya terhadap industri musik.
Pentingnya Menghargai Karya Kreatif
Kepergian Ndhank juga menjadi pengingat bagi kita semua, terutama para penikmat musik, untuk lebih menghargai karya-karya kreatif musisi lokal. Masalah royalti yang sempat ia perjuangkan adalah isu nyata yang dihadapi oleh banyak pencipta lagu di Indonesia.
Kita berharap, dengan meninggalnya sang gitaris legendaris ini, ekosistem musik Indonesia bisa menjadi lebih baik dalam memberikan hak-hak kepada para pencipta karya. Menghargai sebuah karya bukan hanya dengan mendengarkannya, tapi juga dengan memastikan sang kreator mendapatkan apresiasi yang layak atas jerih payah mereka.
Bagaimana Kita Bisa Mengenang Ndhank?
Ada banyak cara sederhana untuk menghormati memori Ndhank Surahman:
-
Mendengarkan Kembali Karya-karyanya: Putar kembali album-album klasik Stinky di platform legal.
-
Membagikan Kisah Inspiratifnya: Ceritakan kepada generasi sekarang tentang betapa besarnya pengaruh musik era 90-an.
-
Mendoakan yang Terbaik: Memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Ucapan Duka dari Rekan Musisi dan Publik
Sejak kabar Ndhank, mantan gitaris Stinky meninggal dunia tersiar, media sosial langsung dibanjiri ucapan bela sungkawa. Banyak yang tidak menyangka bahwa sang maestro melodi pop ini akan pergi secepat itu.
Para penggemar Stinky dari berbagai penjuru daerah menyampaikan rasa terima kasih mereka atas lagu-lagu yang telah menemani masa muda mereka. Bagaimanapun, lagu-lagu ciptaan Ndhank telah menjadi bagian dari memori kolektif bangsa ini. Dari mulai lagu saat jatuh cinta, hingga lagu yang menemani saat patah hati, Ndhank selalu ada di sana melalui karyanya.
Kesimpulan: Selamat Jalan, Ndhank Surahman
Kehilangan seorang musisi berbakat seperti Ndhank Surahman tentu memberikan lubang di hati para pencinta musik tanah air. Beliau adalah bukti bahwa dedikasi terhadap seni dapat menghasilkan sesuatu yang abadi. Dari panggung-panggung kecil hingga stadion besar, melodi gitarnya telah menyatukan banyak hati.
Selamat jalan, Ndhank. Terima kasih atas segala harmoni, lirik-lirik indah, dan dedikasimu untuk musik Indonesia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga karya-karyamu terus mengudara, melintasi generasi demi generasi.
