Pantas Kalah! Amarah Terbesar Hansi Flick Usai Barcelona Dihajar 4-0 oleh Atletico Madrid

Pantas Kalah! Amarah Terbesar Hansi Flick Usai Barcelona Dihajar 4-0 oleh Atletico Madrid

Bayangkan saja, kamu lagi di puncak performa, memimpin klasemen La Liga, dan tiba-tiba dihantam habis-habisan di semifinal Copa del Rey. Itulah yang dialami Barcelona pada 12 Februari 2026 lalu. Kekalahan telak 4-0 dari Atletico Madrid di leg pertama semifinal bukan cuma bencana skor, tapi juga memicu ledakan amarah terbesar Hansi Flick sejak melatih Barca. Ya, Flick yang biasanya tenang dan positif, kali ini benar-benar ngamuk. “Pantas kalah,” begitu mungkin kata yang terlintas di benak banyak Culés setelah melihat performa tim malam itu.

Pertandingan di Riyadh Air Metropolitano berlangsung brutal. Atletico tampil seperti mesin perang di bawah Diego Simeone, sementara Barca seperti tim yang lupa cara bermain bola. Empat gol di babak pertama saja sudah cukup bikin fans geleng-geleng kepala. Tapi yang lebih mengejutkan adalah reaksi Flick di ruang ganti saat istirahat – dia bilang ke pemainnya bahwa mereka pantas ketinggalan 7-0! Ini amarah terbesar Flick di Barcelona, dan wajar saja mengingat betapa buruknya penampilan tim. Artikel ini akan kupas tuntas apa yang terjadi, kenapa Barca pantas kalah telak, dan apa implikasinya ke depan.

Kronologi Malam Horor di Metropolitano

Atletico Madrid Vs Barcelona Highlights, Copa del Rey Semi-Final: Atleti  Hammer Barca 4‑0 In First Leg | Outlook India

Malam itu dimulai dengan mimpi buruk. Baru 7 menit berjalan, Eric Garcia sudah bikin own goal. Backpassnya ke kiper Joan Garcia kurang kuat, bola malah bergulir pelan masuk gawang sendiri. Bayangin deh, kandang Atletico langsung bergemuruh.

Belum sempat Barca bangkit, Antoine Griezmann menambah keunggulan di menit 14. Mantan pemain Barca itu tenang saja menyelesaikan umpan flowing dari rekan setimnya, melewati kaki Jules Kounde. Skor 2-0, dan ini baru awal.

Atletico terus menekan dengan counter-attack cepat mereka. Ademola Lookman bikin gol ketiga di menit 33, memanfaatkan kerja sama apik dengan Julian Alvarez. Dan tepat sebelum babak pertama usai, Alvarez sendiri menutup pesta dengan gol keempat di injury time. 4-0 saat turun minum – ini bukan sekadar kalah, tapi dihancurkan.

Babak kedua? Barca sedikit lebih baik, tapi tetap tak mampu bobol gawang Juan Musso. Malah ada gol Pau Cubarsi yang dianulir setelah VAR review panjang banget, hampir 8 menit! Offside tipis, katanya. Eric Garcia akhirnya kena kartu merah di menit 85 karena tekel ceroboh. Sungguh malam yang lengkap sudah penderitaannya.

Berikut rundown gol-golnya:

  • Menit 7: Own goal Eric Garcia (kesalahan komunikasi dengan Joan Garcia)
  • Menit 14: Antoine Griezmann (finish dingin setelah build-up cepat)
  • Menit 33: Ademola Lookman (memanfaatkan flick Alvarez)
  • Menit 45+2: Julian Alvarez (cutback dari Lookman)

Half-Time Rant: Saat Flick Kehilangan Kesabaran

Yang bikin cerita ini makin panas adalah apa yang terjadi di ruang ganti saat istirahat. Hansi Flick, yang selama ini dikenal kalem dan selalu melindungi pemainnya, kali ini meledak. Menurut laporan, dia bilang langsung ke para pemain: “You deserve to be 7-0 down!” Artinya, kalian pantas ketinggalan 7-0!

Ini amarah terbesar Flick sejak datang ke Barcelona. Dia sudah ganti Marc Casado sebelum babak pertama usai karena frustrasi dengan lini tengah. Flick marah karena tim tak menunjukkan intensitas, pressing lemah, dan jarak antar pemain terlalu jauh. “Kami tidak bermain sebagai tim,” katanya nanti di konferensi pers.

Tapi menariknya, Flick tetap profesional. Dia tak salahkan pemain secara publik berlebihan. Malah, dia bilang bangga dengan pencapaian musim ini meski ada banyak cedera. Ini seperti tamparan yang disertai pelukan – keras tapi tetap mendidik.

You deserve to be 7-0 down!’ – Hansi Flick’s anger at Barcelona vs Atletico revealed | Barca Blaugranes

Mengapa Barcelona Pantas Kalah Telak dari Atletico Madrid?

Jujur saja, malam itu Atletico jauh lebih siap. Simeone berhasil bikin timnya tampil seperti versi terbaik mereka: agresif, cepat dalam transisi, dan mematikan di counter. Sementara Barca? High defensive line ala Flick yang biasanya jadi senjata makan tuan kali ini.

Lini belakang Barca terus-terusan tertinggal karena bola-bola panjang dan switch play Atletico. Nahuel Molina, Griezmann, Lookman, dan Alvarez berlarian bebas di belakang bek Barca. Cedera pemain kunci seperti Raphinha dan Pedri juga terasa banget – lini tengah kurang kreatif, serangan mandul.

Beberapa poin kenapa pantas kalah:

  • Pressing buruk: Jarak antar lini terlalu jauh, Atletico mudah keluar tekanan.
  • High line rentan: Counter Atletico mematikan, mirip saat kalah dari Sevilla sebelumnya.
  • Kurang intensitas: Atletico siap “bertarung level Champions League”, kata Flick sendiri.
  • Kesalahan individu: Own goal dan blunder lain bikin mental drop sejak awal.

Atletico tampil brilian. Lookman dua gol, Alvarez gol plus assist setelah puasa gol 11 laga. Griezmann seperti balas dendam ke mantan klubnya. Mereka pantas menang telak.

Atletico Madrid vs. Barcelona: Copa del Rey Match Highlights (2/12) – Scoreline

Reaksi Flick: Brutal Honesty dan Wake-Up Call

Pasca pertandingan, Flick tetap jujur tapi positif. “Kadang baik juga belajar pelajaran seperti ini,” katanya. Dia akui babak pertama buruk, tapi babak kedua lebih baik. “Kami punya tim muda, tapi itu bukan alasan. Kami harus terima dan bangkit.”

Flick juga semprot wasit soal gol Cubarsi yang dianulir. “Tunggu 7 menit? Ini kacau,” keluhnya. Dia protes kurangnya komunikasi VAR dan kartu kuning yang kontroversial. Tapi intinya, Flick lihat ini sebagai wake-up call. “Kami bisa balikkan keadaan di Camp Nou,” tegasnya.

Ada juga laporan pemain Barca diskusi taktis dengan Flick keesokan harinya. Mereka khawatir gaya bermain terlalu stubborn, terutama high line itu. Ini menunjukkan ada sedikit friksi internal setelah kekalahan ini.

Kontroversi yang Menyertai Kekalahan

Selain performa, ada drama wasit yang bikin Barca geram. Gol Cubarsi dianulir setelah VAR lama banget karena masalah teknis – offside cuma selisih milimeter. Flick bilang itu “disaster” dan protes ke wasit langsung.

Barcelona bahkan kirim protes resmi ke RFEF soal kinerja wasit. Joan Laporta, presiden klub, juga salahkan kondisi lapangan yang buruk karena hujan. Tapi ya, itu tak bisa jadi alasan utama. Atletico main di lapangan yang sama, kok.

Apa Selanjutnya? Masih Ada Leg Kedua!

Leg kedua di Camp Nou pada Maret nanti. Harus menang 5-0 untuk lolos tanpa perpanjangan? Hampir mustahil, tapi sepak bola penuh kejutan. Flick bilang timnya capable menang dua gol per babak. Dengan dukungan fans, siapa tahu?

Ini jadi tes karakter buat skuad muda Barca. Musim masih panjang, La Liga masih dikuasai, dan Champions League menanti. Kekalahan ini bisa jadi bahan bakar untuk bangkit lebih kuat.

Kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid ini memang pahit, tapi pantas. Amarah Hansi Flick jadi pengingat bahwa tak ada yang boleh jemawa di sepak bola. Semoga di leg kedua ada cerita berbeda.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *