Rizky Pellu, gelandang berpengalaman dengan label Timnas Indonesia, akhirnya kembali ke panggung sepak bola nasional. Setelah absen nyaris dua tahun akibat cedera serius, dia resmi bergabung dengan Malut United pada Januari 2026. Perekrutan ini menandai babak baru dalam karirnya, di mana Malut United memberikan kesempatan pemulihan dan kontribusi. Penggemar sepak bola Indonesia menyambut gembira kembalinya pemain asal Ambon ini, yang pernah menyabet gelar bergengsi bersama PSM Makassar dan Bali United.
Cerita Rizky Pellu Malut United ini bukan sekadar transfer biasa. Ia mencerminkan ketangguhan seorang atlet yang bangkit dari keterpurukan. Cedera kaki yang menghantamnya sejak 2024 membuatnya menghilang dari lapangan, tapi dukungan tim medis Malut United membuka jalan kembali. Artikel ini mengupas tuntas perjalanan Pellu, mulai dari awal karir hingga prospek di klub baru. Kamu akan menemukan insight mendalam tentang bagaimana cedera memengaruhi performa, serta dampak perekrutan ini bagi sepak bola Maluku. Mari telusuri kisah inspiratif ini.
Latar Belakang Rizky Pellu: Dari Ambon ke Panggung Nasional
Rizky Ahmad Sanjaya Pellu lahir pada 26 Juni 1992 di Tulehu, Ambon, Maluku. Darah sepak bola mengalir kuat dalam dirinya, sebagai putra dari Kasim Pellu, mantan pemain era 1990-an. Masa kecil di Ambon membentuk fondasi skill-nya. Pellu mulai menonjol saat bergabung dengan SAD Uruguay pada 2009-2010, program pengembangan talenta Indonesia di Amerika Selatan. Pengalaman ini mengasah teknik dan mentalnya di lingkungan kompetitif.
Kembali ke tanah air, Pellu memulai karir profesional bersama Persis Solo pada 2010-2012. Di sana, ia tampil sebagai gelandang dinamis dengan visi permainan tajam. Kemampuannya mengatur tempo pertandingan segera menarik perhatian klub besar. Pada 2013-2015, ia memperkuat Pelita Bandung Raya, di mana ia belajar adaptasi dengan tekanan liga utama. Langkah ini membuka pintu ke Mitra Kukar pada 2015-2016, tempat ia semakin matang sebagai pemain tengah andal.
Pellu kemudian bergabung dengan PSM Makassar pada 2016, klub yang menjadi tonggak prestasinya. Di Juku Eja, ia memainkan peran kunci dalam meraih Piala Indonesia 2018/2019. Kontribusinya tak berhenti di situ. Ia membantu PSM juara Liga 1 2021/2022, dengan catatan assist dan intersepsi impresif. Selain itu, Pellu sempat membela Bali United, di mana ia ikut menyabet satu gelar liga. Karirnya mencapai puncak saat memperkuat berbagai level Timnas Indonesia, dari U-16 hingga senior.
Prestasi Klub dan Kontribusi di Timnas Indonesia
Di level klub, Rizky Pellu Malut United membawa pengalaman juara yang berharga. Bersama PSM Makassar, ia tampil lebih dari 100 kali, mencetak gol krusial di momen penting. Gaya bermainnya, yang menggabungkan kekuatan fisik dan akurasi passing, membuatnya jadi pilihan utama pelatih. Saat di Bali United, Pellu menunjukkan adaptabilitas tinggi, meski usianya sudah 30-an. Ia juga sempat dipinjam ke RANS Nusantara pada 2023-2024, dengan 12 penampilan dan satu assist.
Kontribusi di Timnas Indonesia tak kalah gemilang. Pellu debut di tim senior pada 2014 dan aktif hingga 2019. Ia memperkuat Garuda di berbagai turnamen, termasuk SEA Games dan kualifikasi Piala Asia. Di level U-23, ia jadi kapten tim yang tangguh. Pengalaman internasional ini membentuknya sebagai pemain dengan mental juara. Namun, cedera mulai menghambat momentumnya setelah 2023.
Pellu bukan hanya atlet, tapi inspirasi bagi pemuda Maluku. Ia sering berbagi cerita tentang perjuangan dari kampung halaman ke liga profesional. Kisahnya mengajarkan pentingnya ketekunan. Dengan tinggi 177 cm, ia unggul dalam duel udara dan distribusi bola. Statistik karirnya mencakup ratusan pertandingan, dengan fokus pada pertahanan tengah yang solid.
Periode Absen: Tantangan Cedera yang Panjang
Absen nyaris dua tahun menjadi ujian berat bagi Rizky Pellu. Penampilan terakhirnya terjadi pada 22 April 2024, saat membela RANS Nusantara kontra PSIS Semarang. Setelah itu, ia bergabung dengan Persita Tangerang pada 2024-2025, tapi hanya duduk di bangku cadangan tiga kali. Cedera kaki serius menghentikan langkahnya, membuatnya kalah bersaing di skuad.
Alasan utama absen adalah cedera yang memerlukan pemulihan panjang. Pellu meninggalkan PSM Makassar pada Juli 2025 tanpa klub baru. Enam bulan tanpa tim membuatnya fokus pada rehabilitasi mandiri. Cedera ini bukan hal baru; ia pernah absen karena akumulasi kartu dan cedera minor sebelumnya. Namun, yang kali ini lebih parah, memengaruhi mobilitas dan kepercayaan diri.
Selama periode ini, Pellu menghadapi tantangan mental. Tanpa pertandingan, ia kehilangan ritme permainan. Ia sempat diincar klub lain, tapi kondisi fisik jadi penghalang. PSM Makassar, klub lamanya, tidak memberikan kesempatan setelah masa pinjam. Situasi ini membuatnya “hilang” dari radar sepak bola Indonesia, meski potensinya tetap diakui.
Upaya Pemulihan dan Persiapan Kembali
Pemulihan Rizky Pellu Malut United dimulai secara serius sejak akhir Desember 2025. Malut United memberikan fasilitas medis lengkap, termasuk fisioterapis lokal dan asing. Proses ini terkontrol, dengan kemajuan harian yang membaik. Pellu sendiri mengakui pemulihan berjalan lancar, meski butuh waktu untuk capai kondisi puncak.
Ia berlatih di Training Ground Malut United, mengintegrasikan latihan fisik dengan taktik tim. Pendekatan ini membantu rebuild stamina dan kekuatan kaki. Dukungan dari keluarga dan komunitas Ambon jadi motivasi tambahan. Pellu belajar dari pengalaman cedera sebelumnya, seperti saat absen karena sanksi di PSM.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pellu terhadap karir. Ia fokus pada nutrisi dan latihan spesifik untuk hindari recidive. Hasilnya, ia siap kontribusi di putaran kedua Super League 2025/2026. Kisah pemulihannya bisa jadi contoh bagi pemain muda yang hadapi cedera serupa.
Perekrutan oleh Malut United: Babak Baru di Maluku
Malut United resmi merekrut Rizky Pellu pada 27 Januari 2026. Proses ini dimulai sejak Desember 2025, dengan pendampingan pemulihan. COO Malut, Willem D. Nanlohy, menyatakan perekrutan ini untuk kembalikan kebugaran Pellu. Ia melihat potensi besar di gelandang berusia 33 tahun ini.
Pellu menandatangani kontrak yang fokus pada recovery dan performa. Ia bergabung di tengah musim, saat Malut butuh penguatan lini tengah. Pengalaman Pellu di liga top jadi aset berharga. Klub ini, yang mewakili Maluku Utara, melihat perekrutan sebagai langkah strategis.
Pellu menyambut kesempatan ini dengan antusias. Ia tekad balas kepercayaan dengan kontribusi maksimal. Bergabung dengan Malut juga punya makna emosional, sebagai putra Maluku yang pulang kampung.
Harapan dan Rencana di Malut United
Di Malut United, Rizky Pellu Malut United diharapkan jadi mentor bagi pemain muda. Pelatih Imran Nahumarury berencana integrasikan ia secara bertahap. Fokus awal pada kebugaran, sebelum tampil penuh. Pellu bisa perkuat pertahanan dan serangan dengan visi passing-nya.
Klub targetkan posisi lebih baik di liga. Pengalaman Pellu dari juara liga bisa bantu capai itu. Ia juga rencana libatkan diri dalam program pengembangan talenta Maluku. Harapan jangka panjang: Pellu kembali ke level top dan mungkin Timnas lagi.
Tim medis akan pantau progresnya ketat. Pellu sendiri optimis, dengan target main reguler musim ini. Perekrutan ini bisa jadi turning point, buktikan usia bukan penghalang.
Dampak bagi Malut United dan Sepak Bola Maluku
Perekrutan Rizky Pellu Malut United berdampak positif bagi klub. Ia tambah kedalaman skuad, terutama di lini tengah. Malut, sebagai tim promosi, butuh pemain berpengalaman untuk bersaing. Pellu bisa tingkatkan moral tim dengan cerita suksesnya.
Bagi sepak bola Maluku, ini jadi inspirasi. Malut United positif untuk perkembangan regional, seperti kata Pellu. Ia dorong pemain muda Ambon kejar mimpi. Klub ini bisa jadi wadah talenta lokal, kurangi migrasi ke Jawa.
Secara luas, kisah ini tunjukkan pentingnya dukungan klub bagi pemain cedera. Malut set contoh dengan program pemulihan. Dampaknya bisa tingkatkan standar medis di liga Indonesia.
Prospek Masa Depan Rizky Pellu di Liga Indonesia
Masa depan Rizky Pellu cerah di Malut United. Dengan pemulihan sukses, ia bisa kembali dominan. Usia 33 tahun masih produktif, seperti banyak gelandang veteran. Ia mungkin perpanjang kontrak jika performa bagus.
Pellu bisa kembali ke Timnas, meski kompetisi ketat. Pengalaman seniornya berguna untuk skuad muda. Di luar lapangan, ia rencana terlibat coaching atau pengembangan. Kisahnya bisa jadi buku atau motivasi seminar.
Tantangan utama: Hindari cedera baru. Pellu harus jaga kondisi fisik. Jika sukses, ia bisa pensiun dengan legacy kuat di sepak bola Indonesia.
Kembalinya Rizky Pellu ke liga melalui Malut United menginspirasi banyak orang. Dari cedera panjang hingga perekrutan baru, perjalanannya tunjukkan ketangguhan. Penggemar bisa harap kontribusi besarnya di musim ini. Ikuti terus update karirnya, dan dukung sepak bola lokal. Apakah Pellu akan kembali juara? Waktu akan jawab.

